Musik untuk Relaksasi

Author: Dewi Puspa
23 March 2009

Alunan musik diyakini bisa menghibur dan menenteramkan hati yang tengah resah karena mampu merangsang rasa bahagia yang dikirimkan oleh otak. Jantungpun akan berdetak sesuai irama lagu sehingga menimbulkan perasaan nyaman. Kendati Anda bisa mendengarkan musik dimana dan kapan saja, namun ternyata ada beberapa tips agar bisa mendapatkan manfaat optimal dari musik.

Jika didengarkan secara tepat, alunan musik dapat menjadi ‘obat’ ampuh untuk beberapa penyakit, seperti insomnia, anoreksia, bulimia, depresi, bahkan dapat membantu penyembuhan penyakit kanker dan AIDS. Simak:

1. Pilih jenis musik yang tepat

Seringkali Anda memutar lagu dari aliran musik yang Anda sukai bukan?Tapi, apakah Anda memperoleh manfaatnya? Kenyataannya, seringkali jenis musik yang tidak terlalu disukai, justru memberikan efek positif lebih besar dari yang dibayangkan (jika diputar dalam rangkaian irama tepat). Contohnya, ketika Anda sedang marah dan otak Anda memerintahkan untuk mendengarkan musik ‘keras’, apakah setelahnya Anda merasa lebih baik? atau malah sebaliknya, amarah Anda makin meningkat? Lantas, jika Anda memutar musik bernada lembut atau riang saat  dilanda rasa sedih, bagaimana efeknya? Jangan-jangan Anda malah semakin sedih. Nah, jika perasaan Anda tidak membaik juga, cobalah pilih jenis musik lainnya.

2. Putar musik bervariasi

Kadangkala kita perlu  memilih musik yang sesuai dengan suasana hati. Namun, agar Anda tak merasakan sesuatu yang monoton, cobalah memutar kaset atau CD berisi kompilasi dari beragam jenis lagu.

3. Dengarkan lewat alat pengeras suara (speakers)

Mendengarkan musik melalui alat pengeras suara dapat menghasilkan suasana yang lebih dinamis, ketimbang lewat earphone atau headphone. Cara ini dapat merangsang sel-sel di seluruh tubuh ikut aktif mengikuti alunan musik yang Anda dengarkan.

4. Siapkan diri Anda

Coba lepaskan alas kaki Anda. Putar lagu favorit Anda, lalu nikmati alunan musiknya, bisa  sambil berdiri, duduk atau berbaring. Pejamkan mata dan bernapaslah dengan relaks.

5. Dengarkan tanpa gangguan

Usahakan untuk mendengarkan satu lagu bahkan satu kaset atau CD hingga selesai tanpa gangguan. Sehingga Anda bisa mendapatkan respon optimal yang dirasakan tubuh dari musik tersebut.

6. Jangan melakukan aktivitas apapun

Seringkali musik hanya dijadikan sekedar ‘pengiring’ saat Anda beraktivitas, seperti membaca, memasak dan lainnya.Sekarang, coba dengarkan musik tanpa melakukan kegiatan apapun. Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan efek maksimal dari musik.

7. Merespon lewat musik

Melalui respon yang kita rasakan selama mendengar musik, emosi yang terpendam bisa dikeluarkan. Jangan hanya puas mendengarkan musik, jika musik dapat memberi inspirasi untuk berimajinasi, bebaskan imajinasi itu sesuka Anda. Biarkan musik membantu mengekspresikan apa yang Anda rasakan!

8. Membuat tubuh sehat

Banyak penelitian yang menunjukkan, bahwa terdapat hubungan yang erat antara tubuh dan pikiran. Kendati musik lebih banyak ditujukan untuk menyembuhkan jiwa dan relaksasi, tapi karena adanya ‘hubungan’ tersebut, tubuhpun akan merasa sehat dan bugar juga!

9. Nikmati keheningan

Ketika alunan musik telah berhenti, jangan langsung ‘mengeluarkan’ diri Anda dari suasana rileks yang telah tercipta. Nikmati terus keheningan sesudahnya, meski alunan musik telah selesai. Hal ini akan sangat membantu mengendurkan otot-otot tubuh dan ketegangan syaraf.




Leave a Reply